Mengenal Teknologi Internet 1G Hingga 5G

Sebagian dari kamu mungkin telah tahu bahwa kini ini teknologi jaringan seluler telah hingga pada generasi ke-5 atau yang dikenal dengan nama 5G. Teknologi jaringan ini bahkan disebut-sebut sanggup menghantarkan kecepatan data 20 kali lebih pesat dari generasi sebelumnya, adalah 4G.

Sebagian negara di kawasan Amerika Utara, Eropa, dan Asia Timur telah menggelar teknologi 5G secara komersial. Indonesia sendiri bahkan dikala ini telah beberapa kali mengerjakan uji coba jaringan 5G. Malahan, Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) pada akhir 2020 menegaskan bahwa Indonesia akan siap mengadopsi teknologi 5G pada tahun 2021.

Melainkan, sebelum membahas mengenai 5G, ada baiknya kamu mengenal perjalanan teknologi jaringan seluler mulai dari 1G, 2G, 3G, 4G, hingga 5G. Oh iya, berbincang-bincang mengenai teknologi jaringan yang disebut tadi, kamu tahu tak apa kepanjangan dari huruf G pada 1G, 2G, 3G, 4G, atau 5G?

Buat kamu yang belum tahu, huruf G mengacu pada kata “Generation” atau generasi. Masing-masing generasi mempunyai standar jaringan tertentu yang disesuaikan dengan standar jaringan telepon dan cara telepon seluler pada dikala itu. Ketimbang berlama-lama, yuk segera saja simak ulasan singkat situs IDN Poker terpercaya dan terbaik di Indonesia !

1G

Sesuai namanya, 1G adalah generasi pertama pada teknologi telepon seluler. Teknologi jaringan ini pertama kali diluncurkan oleh Nippon Telegraph dan Telephone pada 1979 silam. Baru kemudian di tahun 1984, teknologi 1G menyelimuti segala kawasan Jepang dan menjadikannya sebagai negara pertama yang mempunyai jaringan 1G secara nasional.

Secara teknis, 1G beroperasi dengan memakai cara analog yang biasanya dikenal dengan AMPS (Advanced Mobile Phone Service), di mana cuma mempunyai kecepatan maksimum 2,4 Kbps. 1G cuma bisa diterapkan untuk mengerjakan panggilan telepon, itu bahkan dengan mutu yang buruk, boros baterai, dan tak terenkripsi. Sehingga, percakapan bahkan bisa disadap dengan memakai pemindai radio.

Di Indonesia, teknologi 1G pertama kali disampaikan pada tahun 1984. Kala itu, PT Telkom bersama dengan PT Rajasa Hazanah perkasa menyelenggarakan layanan komunikasi seluler dengan memakai teknologi NMT (Nordic Mobile Telephone) dengan memakai frekuensi 450 MHz.

2G

Teknologi jaringan seluler generasi kedua ini bisa dibilang menjadi awal kelahiran teknologi digital. Jikalau pada 1G memakai jaringan analog, karenanya di 2G telah memakai jaringan digital. 2G pertama kali diluncurkan secara komersial di Finlandia oleh Radiolinja pada 1991 dengan mengimplementasikan teknologi GSM (Global System for Mobile Communications) berbasis teknologi TDMA (Time Division Multiple Access).

Kehadiran 2G pada dikala itu menyuguhkan pengalaman baru dalam berkomunikasi. Jikalau 1G cuma bisa mengerjakan panggilan telepon, karenanya di 2G terdapat beberapa fitur baru, antara lain bertukar pesan teks (SMS), pesan bergambar (MMS), dan suara panggilan yang lebih bening. Malahan, dalam perkembangannya 2G bahkan kemudian berevolusi menjadi 2,5G dengan GPRS (General Packet Radio Service) dan 2,75G dengan EDGE (Enhanced Data rates for Global Evolution), di mana kecepatan optimal mencapai 473 Kbps.

Teknologi 2G pertama kali hadir di Indonesia pada tahun 1993 dengan ditandainya proyek percontohan seluler digital dengan standar GSM oleh Telkomsel (kala itu bernama Telkomsel GSM) di Pulau Batam. Baru sesudah itu PT Satelit Palapa Indonesia (Satelindo) menjadi operator GSM pertama yang memakai kartu SIM di tahun 1994, disusul oleh Telkomsel pada 1995, dan PT Excelcomindo Pratama di tahun 1996.

3G

Teknologi penerus 2G ini pertama kali diluncurkan pada 2001 oleh operator asal Jepang NTT DoCoMo. 3G hadir sebagai sebuah solusi akan keperluan dunia online yang meningkat pada masa itu dengan memakai standar UMTS (Universal Mobile Telecommunications System). Teknologi ini sanggup menghantarkan kecepatan data yang lebih pesat dari generasi sebelumnya dengan kecepatan mencapai 2 Mbps.

Dengan hadirnya 3G, masyarakat di segala dunia telah bisa menikmati bermacam-macam variasi layanan dunia online, seperti berselancar, pengiriman surat elektronik, streaming video dan musik, berbagi data, hingga teleconference dan bis bermain judi slot online di website https://discosperfectos.com/ dengan mudah. Dengan hadirnya 3D ini, kalian tidak perlu takut lagi akan lemot ketika berada di tengah-tengah permainan slot online terbaik yang sedang populer tersebut. Era 3G juga menjadi era kelahiran telepon seluler dengan dua nama besar pada dikala itu, adalah Blackberry dan Apple.

Kelahiran 3G di Indonesia pertama kali ada di tahun 2005 dikala Telkomsel berhasil mengerjakan uji coba 3G yang berbasis teknologi W-CDMA (Wideband-code Division Multiple Access) di Jakarta yang kemudian dilanjutkan di beberapa kawasan, seperti Surabaya dan Batam. Setelah uji coba berhasil dikerjakan, pada 2006 Telkomsel menjadi operator pertama yang menggelar jaringan 3G secara komersial.

4G

Kebutuhan akan layanan dunia online dengan memakai teknologi jaringan 3G dievaluasi tak cukup. Karenanya dari itu, guna membuat pengaplikasian layanan dunia online kian nyaman, lahirlah teknologi 4G. Teknologi ini pertama kali diluncurkan secara komersial di Stockholm, Swedia dan Oslo, Norwegia pada 2009 yang memakai standar LTE (Long Term Evolution) berbasis teknologi OFDM (Orthogonal Frequency Division Multiplexing).

Era 4G bisa dibilang sebagai lahirnya industri konten kreatif. Dengan kecepatan LTE hingga 100 Mbps pada awal peluncuran dan berevolusi menjadi LTE-Advanced yang bisa mendapat kecepatan 1 Gbps, 4G menawarkan kemampuan untuk streaming video dengan mutu HD, game Situs Judi Slot Jackpot Terbesar tanpa lag, dan waktu upload dan unduh yang lebih singkat. Tidak cuma itu, 4G bahkan membuat cara kerja komunikasi jadi lebih lancar dengan video conference, serta memunculkan lebih banyak startup digital.

Teknologi 4G LTE pertama kali diuji coba di Indonesia oleh Telkomsel pada 2013 bertempat di Pulau Bali. Baru kemudian diluncurkan secara komersial pada akhir 2014 dan menghasilkan Telkomsel sebagai operator seluler pertama yang mengoperasikan jaringan mobile 4G LTE di Indonesia. Sampai kini layanan 4G Telkomsel telah melayani puluhan juta pengguna. Telkomsel terus berusaha memberikan jaringan 4G terbaik merata untuk segala pelanggan dengan coverage penetration 95%.

5G

5G lahir sebagai sebuah jawaban atas keperluan koneksi ke tahap yang lebih tinggi dalam beberapa tahun ke depan. Karenanya, sejumlah perusahaan dengan ekosistem mobile dikala ini berkontribusi dan berusaha supaya 5G bisa dirasakan oleh masyarakat di dunia. 5G dikala ini telah diluncurkan secara komersial di beberapa negara, seperti Korea Selatan, Amerika Serikat, Jepang, China, Turki, dan beberapa negara di Eropa.

Sebagaimana halnya teknologi jaringan penerus, telah pasti 5G mempunyai kemampuan yang lebih canggih dari 4G, antara lain secara teori bisa mencapai data rate hingga 20 kali lebih pesat (20 Gbps), latency 10 kali lebih rendah (1ms), dan jumlah connection density 10 kali lebih banyak dari 4G (1 juta devices/km2), sehingga pemakaiannya tak cuma untuk pemenuhan layanan mobile broadband untuk konsumen, tetapi juga untuk Industry 4.0.

Adapun beberapa contoh use cases untuk konsumen taruhan slot online Indonesia, seperti enhanced Mobile Broadband, Virtual Reality (VR), Augmented Reality (AR), dan cloud gaming. Kemudian sejumlah contoh use cases untuk industri/B2B, di antaranya AR/VR for industry maintenance, smart surveillance, smart factory, remote controlling machinery, remote surgery, drone surveillance, smart seaport, dan masih banyak lagi.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *